KETENTUAN DAN KESEPAHAMAN
Dengan menggunakan aplikasi ini berarti penguna menyetujui kesepakatan berikut:
  1. Aplikasi ini hanya alat bantu simulasi dan edukasi cara penghitungan suara menjadi kursi dalam pemilu 2014.
  2. Apabila ada perbedaan hasil simulasi dengan hasil Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka hasil resmi dan sah digunakan adalah hasil penghitungan KPU

DPR - RI

Syarat untuk diikutkan pada penghitungan kursi

Ambang Batas i

Hanya angka tanpa titik atau koma
× (dikalikan) 0,035
Jika total suara sah partai lebih besar dari angka diatas, maka partai tersebut lolos Parliamentary Threshold (PT) dan berhak diikutsertakan dalam dalam perhitungan perolehan kursi DPR di seluruh daerah pemilihan Anggota DPR RI.

Langkah 1

Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) DPR RI i

Hanya angka tanpa titik atau koma
÷ (dibagi)
Hanya angka tanpa titik atau koma

Langkah 2

Penghitungan Perolehan Kursi DPR RI i

Tahap I

Hanya angka tanpa titik atau koma
Hanya angka tanpa titik atau koma
Nama Partai Jumlah Suara Sah Perolehan Kursi Tahap I Sisa Suara i
Hanya angka tanpa titik atau koma
Jika suara sah partai politik sama atau lebih besar dari angka BPP, maka partai politik berhak mendapatkan sejumlah kursi. Untuk memudahkan penghitungan, total suara sah partai dibagi dengan BPP dan mnghilangkan desimal.
i
Jika pada penghitungan tahap pertama masih terdapat sisa kursi dari total alokasi kursi di dapil, maka penghitungan dilanjutkan ke tahap II

Langkah 3

Tahap II

Nama Partai Jumlah Suara Sah Perolehan Kursi Tahap I Sisa Suara Perolehan Kursi Tahap II

Penghitungan tahap II menggunakan rumusan Suara sah partai di Dapil - (perolehan kursi tahap pertama X [dikali] BPP Dapil) Partai dengan sisa suara terbanyak berturut-turut memperoleh kursi hingga alokasi kursi habis.

Rekap Hasil Simulasi

Nama Partai Suara Sah Kursi Tahap I Kursi Tahap II Total Kursi
Total Kursi