Tentang Simulasi Kursi Pemilu 2014


Secara teknis, salah satu fungsi sistem pemilu adalah sebagai mekanisme untuk mengubah perolehan suara Partai Politik peserta pemilu menjadi kursi di lembaga perwakilan. Baik lembaga perwakilan tersebut berada pada tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota. Selain aspek perolehan suara dan perolehan kursi Partai Politik peserta pemilu, aspek lain yang juga dihasilkan adalah penentuan siapa calon terpilih dari daftar calon partai politik yang berhak menduduki kursi perolehan partai.

Website ini akan menjelaskan mekanisme atau langkah-langkah penghitungan suara Partai Politik untuk diubah menjadi perolehan kursi DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Website ini disusun berdasarkan kepada ketentuan dalam UU No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD; Peraturan KPU No. 29 Tahun 2013 tentang Penetapan Hasil Pemilu, Perolehan Kursi, Calon Terpilih dan Penggantian Calon Terpilih Dalam Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota; dan Peraturan KPU No. 8 Tahun 2014 Tentang Perubahan Peraturan KPU No. 29 Tahun 2013. Website ini membatasi diri hanya pada lingkup mekanisme penghitungan perolehan suara Partai Politik menjadi kursi DPR dan DPRD. Dengan demikian, website ini tidak mencakup mekanisme perolehan suara dan penghitungan perolehan kursi Anggota DPD, maupun penetapan calon terpilih dari Partai Politik peserta pemilu.

Penerbitan website ini ditujukan sebagai panduan bagi masyarakat umum, dan Partai Politik pada khususnya, untuk memudahkan dalam menghitung perolehan suara dan penghitungan kursi DPR dan DPRD.


Kontak Kami